Sabtu, Januari 6

Jangan Bersedih Jika Mendengar Kata-kata Kasar, Karena Kedengkian Itu Sudah Ada Sejak Dulu



Tamaklah menghimpun keutamaan, dan tekunlah 
abaikan celaan si pendengki. 
Ketahuilah bahwa umur itu adalah saat-saat kebaikan diterima 
dan setelah kematian kedengkian itu terputus dengan sendirinya

        Seorang ulama kontemporer mengatakan, "Kepada orang-orang yang sangat sensitif terhadap kritikan agar mereka menuangkan apa saja yang dingin ke dalam syarafnya pada saat menghadapi kritikan yang pedas dan menyengat."

       Dikatakan, sungguh hebat Allah menempatkan kedengkian itu, la sungguh adil. Berawal dari pertemanan, lalu membunuhnya.

        Al-Mutanabbi mengatakan, 
       "Kenangan seseorang itu adalah umurnya yang kedua, dan keinginannya yang tak 
        kesampaian. Selebihnya adalah kesibukannya."
        
        Sahabat Ali r.a. mengatakan, "Kematian adalah taman yang terjaga ketat."

        Seorang bijak bestari mengatakan, "Seorang pengecut mati beberapa kali. Sedangkan, pemberani hanya mati sekali."

     Jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba di saat-saat yang tertekan, maka Dia menjadikan hamba itu mengantuk sebagai wujud penjagaan dari-Nya. Hal yang sama pernah terjadi pada diri Thalhah r.a. pada saat perang Uhud, sebelum perang dimulai. Karena begitu berat kantuknya sampai-sampai pedang yang dipegangnya jatuh beberapa kali.

       Itu sebagai wujud ketenangan dan kedamaian di dalam hati. Namun ada juga kantuk untuk ahli bid'ah. Syabib ibn Yazid merasakan kantuk yang tak tertahankan saat ia sedang menunggang seekor baghlah (hewan peranakan kuda dengan keledai). Dia adalah seorang lelaki yang sangat pemberani. Sedangkan isterinya, bernama Ghazalah, adalah seorang perempuan pemberani yang pernah mengusir Al-Hajjaj.

        Seorang penyair mengatakan,

       "Menjadi singa ketika berhadapan denganku, 
        tapi dalam perang ia menjadi seekor burung yang tak berdaya 
        lari terbirit-birit hanya karena suitan saja. 
        Tidakkah engkau keluar menantang Ghazalah yang sombong 
        atau hatimu dengan dua sayapnya akan segera terbang."

        Allah berfirman,

       "Wahai Muhammad, katakanlah: "Wahai kaum munafik, apakah kalian menantikan nasib buruk bagi kami, kaum mukmin? Padahal kami berada pada salah satu dari dua kebaikan, yaitu menang atau mati syahid. Kami menantikan Allah mengadzab kalian dengan adzab dari sisi-Nya atau melalui tangan-tangan kami. Karena itu, nantikanlah. Kami bersama kalian selalu menanti datangnya adzab Allah kepada kalian." (QS. At-Taubah: 52)

        Firman-Nya yang lain, 

    "Tidak akan ada seorang pun yang mati tanpa izin Allah, karena saat kematian seseorang telah ditetapkan. Siapa saja yang mencari keuntungan dunia, Kami akan memberikan kepadanya sedikit saja. Siapa saja yang menghendaki pahala akhirat, Kami akan memberikan kepadanya sebagian kecil di dunia. Di akhirat kelak, Kami akan memberikan pahala penuh kepada orang-orang yang bersyukur lagi menaati Allah." (QS. Ali 'Imran: 145)

        Seorang penyair lain berkata,

        "Pernah aku bilang pada jiwa, namun malah terbang menjadi bayangan 
        pahlawan, celaka engkau, kenapa tidak memperhatikan 
        Jika kau mohon sehari saja diundurkan dari ketetapan ajal, 
        tak akan dipenuhi.
        Bersabarlah menghadapi maut, bersabarlah 
        toh tak seorang pun mampu menggapai keabadian.
        Pakaian kehidupan itu bukanlah pakaian kekuasaan 
        karena bisa diambil dari seorang saudara yang menginginkan."


        Singkatnya, syair ini berarti bahwa jika ajal telah datang, maka tidak akan diajukan dan tidak akan pula diundurkan walau hanya satu jam.

        Ali ibn Abi Thalib mengatakan,
        "Kapan aku harus lari dari dua hari kematianku, 
        hari yang telah ditentukan atau kah hari yang tidak ditentukan.
        Pada hari yang tidak ditentukan aku tak takut, 
        karena yang telah ditentukan itu tidak bisa diubah dengan kewaspadaan."

Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata: "Carilah kematian, niscaya kalian akan diberi kehidupan."

Jumat, Mei 19

Faedah Membaca



1. Membaca dapat mengusir perasaan was-was, kecemasan, dan kesedihan.
2. Membaca dapat menghindarkan seseorang agar tidak tenggelam dalam hal-hal yang batil.
3. Membaca dapat menjauhkan kemungkinan seseorang untuk ber hubungan dengan orang-orang yang menganggur dan tidak memiliki aktivitas.
4. Membaca dapat melatih lidah untuk berbicara dengan baik, menjauhkan kesalahan ucapan, dan menghiasinya dengan balaghah dan fashahah.
5. Membaca dapat mengembangkan akal, mencerahkan pikiran, dan membersihkan hati nurani.
6. Membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan daya ingat serta pemahaman.
7. Dengan membaca orang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain, kebijaksanaan kalangan bijak bestari, dan pemahaman ulama.
8. Mematangkan kemampuan seseorang untuk mencari dan memproses pengetahuan, untuk mempelajari bidang-bidang pengetahuan yang berbeda, dan penerapannya dalam kehidupan nyata.
9. Menambah keimanan, khususnya ketika membaca buku-buku karangan kaum muslimin. Sebab buku merupakan; pemberi nasehat yang paling agung, pendorong jiwa yang paling besar, dan penyuruh kepada kebaikan yang paling bijaksana.

Minggu, Januari 1

Note to Self

Orang kerap kali tak bernalar, tak logis dan egois
Biar begitu, maafkanlah mereka.
Bila engkau berlaku baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egois.
Biar begitu, tetaplah bersikap baik.
Bila engkau jujur dan berterus terang, orang mungkin akan menipumu.
Biar begitu, tetaplah jujur dan berterus terang.
Bila engkau sukses, engkau akan mendapat teman-teman palsu dan teman-teman sejati.
Biar begitu, tetaplah meraih sukses.
Apa yang engkau bangun selama bertahun- tahun, mungkin akan dihancurkan seseorang dalam semalam.
Biar begitu, tetaplah membangun.
Bila engkau menemukan ketenangan dan kebahagiaan, orang mungkin akan iri hati dan dengki.
Biar begitu, tetaplah berbahagia dan temukan kedamaian hati.
Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin akan dilupakan orang keesokan harinya.
Biar begitu, tetaplah lakukan kebaikan.
Berikan pada dunia milikmu yang terbaik, dan mungkin itu tak akan pernah cukup.
Biar begitu tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik.
Ketahuilah, pada akhirnya
Sesungguhnya ini semua adalah antara engkau dan Tuhan
Tidak pernah antara engkau dan mereka.





Kamis, Desember 1

Cara Kapitalis Menguasai Dunia



1/9
Sistem ekonomi kapitalisme telah mengajarkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya akan terwujud jika semua pelaku ekonomi terfokus pada akumulasi kapital (modal). Mereka lalu menciptakan sebuah mesin “penyedot uang” yang dikenal dengan lembaga perbankan. Oleh lembaga ini, sisa-sisa uang di sektor rumah tangga yang tidak digunakan untuk konsumsi akan “disedot”. Lalu siapakah yang akan memanfaatkan uang di bank tersebut? Tentu mereka yang mampu memenuhi ketentuan pinjaman (kredit) dari bank, yaitu: fix return dan agunan. Konsekuensinya, hanya pengusaha besar dan sehat sajalah yang akan mampu memenuhi ketentuan ini. Siapakah mereka itu? Mereka itu tidak lain adalah kaum kapitalis, yang sudah mempunyai perusahaan yang besar, untuk menjadi lebih besar lagi.

Nah, apakah adanya lembaga perbankan ini sudah cukup? Bagi kaum kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. Dengan cara apa? Yaitu dengan pasar modal. Dengan pasar ini, para pengusaha cukup mencetak kertas-kertas saham untuk dijual kepada masyarakat dengan iming-iming akan diberi deviden. Siapakah yang memanfaatkan keberadaan pasar modal ini? Dengan persyaratan untuk menjadi emiten dan penilaian investor yang sangat ketat, lagi-lagi hanya perusahaan besar dan sehat saja yang akan dapat menjual sahamnya di pasar modal ini. Siapa mereka itu? Kaum kapitalis juga, yang sudah mempunyai perusahaan besar, untuk menjadi lebih besar lagi. Adanya tambahan pasar modal ini, apakah sudah cukup? Bagi kaum kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. Dengan cara apa lagi?

2/9
Cara selanjutnya yaitu dengan “memakan perusahaan kecil”. Bagaimana caranya? Menurut teori Karl Marx, dalam pasar persaingan bebas, ada hukum akumulasi kapital (the law of capital accumulations), yaitu perusahaan besar akan “memakan” perusahaan kecil. Contohnya, jika di suatu wilayah banyak terdapat toko kelontong yang kecil, maka cukup dibangun sebuah mal yang besar. Dengan itu toko-toko itu akan tutup dengan sendirinya. Dengan apa perusahaan besar melakukan ekspansinya? Tentu dengan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu perbankan dan pasar modal. Agar perusahaan kapitalis dapat lebih besar lagi, mereka harus mampu memenangkan persaingan pasar. Persaingan pasar hanya dapat dimenangkan oleh mereka yang dapat menjual produk-produknya dengan harga yang paling murah. Bagaimana caranya? 

Caranya adalah dengan mengusai sumber-sumber bahan baku seperti: pertambangan, bahan mineral, kehutanan, minyak bumi, gas, batubara, air, dsb. Lantas, dengan cara apa perusahaan besar dapat menguasai bahan baku tersebut? Lagi-lagi, tentu saja dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal. Jika perusahaan kapitalis ingin lebih besar lagi, maka cara berikutnya adalah dengan “mencaplok” perusahaan milik negara (BUMN). Kita sudah memahami bahwa perusahaan negara umumnya menguasai sektor-sektor publik yang sangat strategis, seperti: sektor telekomunikasi, transportasi, pelabuhan, keuangan, pendidikan, kesehatan, pertambangan, kehutanan, energi, dsb. Bisnis di sektor yang strategis tentu merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, karena hampir tidak mungkin rugi. Lantas bagaimana caranya?

3/9
Caranya adalah dengan mendorong munculnya Undang-Undang Privatisasi BUMN. Dengan adanya jaminan dari UU ini, perusahaan kapitalis dapat dengan leluasa “mencaplok” satu per satu BUMN tersebut. Tentu tetap dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal. Jika dengan cara ini kaum kapitalis sudah mulai bersinggungan dengan UU, maka sepak terjangnya tentu akan mulai banyak menemukan hambatan. Bagaimana cara mengatasinya? Caranya ternyata sangat mudah, yaitu dengan masuk ke sektor kekuasaan itu sendiri. Kaum kapitalis harus menjadi penguasa, sekaligus tetap sebagai pengusaha.Untuk menjadi penguasa tentu membutuhkan modal yang besar, sebab biaya kampanye itu tidak murah. 

Bagi kaum kapitalis hal itu tentu tidak menjadi masalah, sebab permodalannya tetap akan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu perbankan dan pasar modal. Jika kaum kapitalis sudah melewati cara-cara ini, maka hegemoni (pengaruh) ekonomi di tingkat nasional hampir sepenuhnya terwujud. Hampir tidak ada problem yang berarti untuk dapat mengalahkan kekuatan hegemoni ini. Namun, apakah masalah dari kaum kapitalis sudah selesai sampai di sini? Tentu saja belum. Ternyata hegemoni ekonomi di tingkat nasional saja belumlah cukup. Mereka justru akan menghadapi problem baru. Apa problemnya?

4/9
Problemnya adalah terjadinya ekses produksi. Bagi perusahaan besar, yang produksinya terus membesar, jika produknya hanya dipasarkan di dalam negeri saja, tentu semakin lama akan semakin kehabisan konsumen. Lantas, kemana mereka harus memasarkan kelebihan produksinya? Dari sinilah akan muncul cara-cara berikutnya, yaitu dengan melakukan hegemoni di tingkat dunia. Caranya adalah dengan membuka pasar di negara-negara miskin dan berkembang yang padat penduduknya. Teknisnya adalah dengan menciptakan organisasi perdagangan dunia (WTO), yang mau tunduk pada ketentuan perjanjian perdagangan bebas dunia (GATT), sehingga semua negara anggotanya akan mau membuka pasarnya tanpa halangan tarif bea masuk, maupun ketentuan kuota impornya (bebas proteksi). Dengan adanya WTO dan GATT tersebut, kaum kapitalis dunia akan dengan leluasa dapat memasarkan kelebihan produknya di negara-negara “jajahan”-nya. Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaga andalannya, yaitu perbankan dan pasar modal.

Jika kapitalis dunia ingin lebih besar lagi, maka caranya tidak hanya cukup dengan mengekspor kelebihan produksinya. Mereka harus membuka perusahaannya di negara-negara yang menjadi obyek ekspornya. Yaitu dengan membuka Multi National Coorporations (MNC) atau perusahaan lintas negara, di negara-negara sasarannya. Dengan membuka langsung perusahaan di negara tempat pemasarannya, mereka akan mampu menjual produknya dengan harga yang jauh lebih murah. Strategi ini juga sekaligus dapat menangkal kemungkinan munculnya industri-industri lokal yang berpotensi menjadi pesaingnya. Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaganya, yaitu perbankan dan pasar modal. Apakah dengan membuka MNC sudah cukup? Jawabnya tentu saja belum. Masih ada peluang untuk menjadi semakin besar lagi. Caranya?

5/9
Yaitu dengan menguasai sumber-sumber bahan baku yang ada di negara tersebut. Untuk melancarkan jalannya ini, kapitalis dunia harus mampu mendikte lahirnya berbagai UU yang mampu menjamin agar perusahaan asing dapat menguasai sepenuhnya sumber bahan baku tersebut. Contoh yang terjadi di Indonesia adalah lahirnya UU Penanaman Modal Asing (PMA), yang memberikan jaminan bagi perusahaan asing untuk menguasai lahan di Indonesia sampai 95 tahun lamanya (itu pun masih bisa diperpanjang lagi). Contoh UU lain, yang akan menjamin kebebasan bagi perusahaan asing untuk mengeruk kekayaan SDA Indonesia adalah: UU Minerba, UU Migas, UU Sumber Daya Air, dsb. Menguasai SDA saja tentu belum cukup bagi kapitalis dunia. Mereka ingin lebih dari itu. Dengan cara apa? Yaitu dengan menjadikan harga bahan baku lokal menjadi semakin murah. Teknisnya adalah dengan menjatuhkan nilai kurs mata uang lokalnya.

Untuk mewujudkan keinginannya ini, prasyarat yang dibutuhkan adalah pemberlakuan sistem kurs mengambang bebas bagi mata uang lokal tersebut. Jika nilai kurs mata uang lokal tidak boleh ditetapkan oleh pemerintah, lantas lembaga apa yang akan berperan dalam penentuan nilai kurs tersebut? Jawabannya adalah dengan Pasar Valuta Asing (valas). Jika negara tersebut sudah membuka Pasar Valasnya, maka kapitalis dunia akan lebih leluasa untuk “mempermainkan” nilai kurs mata uang lokal, sesuai dengan kehendaknya. Jika nilai kurs mata uang lokal sudah jatuh, maka harga bahan-bahan baku lokal dijamin akan menjadi murah, kalau dibeli dengan mata uang mereka. Jika ingin lebih besar lagi, ternyata masih ada cara selanjutnya.

6/9
Cara selanjutnya adalah dengan menjadikan upah tenaga kerja lokal bisa menjadi semakin murah. Bagaimana caranya? Yaitu dengan melakukan proses liberalisasi pendidikan di negara tersebut. Teknisnya adalah dengan melakukan intervesi terhadap UU Pendidikan Nasionalnya. Jika penyelenggaraan pendidikan sudah diliberalisasi, berarti pemerintah sudah tidak bertanggung jawab untuk memberikan subsidi bagi pendidikannya. Hal ini tentu akan menyebabkan biaya pendidikan akan semakin mahal, khususnya untuk pendidikan di perguruan tinggi. Akibatnya, banyak pemuda yang tidak mampu melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Keadaan ini akan dimanfaatkan dengan mendorong dibukanya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak-banyaknya. Dengan sekolah ini tentu diharapkan akan banyak melahirkan anak didik yang sangat terampil, penurut, sekaligus mau digaji rendah. 

Hal ini tentu lebih menguntungkan, jika dibanding dengan mempekerjakan sarjana. Sarjana biasanya tidak terampil, terlalu banyak bicara dan maunya digaji tinggi. Sebagaimana telah diuraikan di atas, cara-cara hegemoni kapitalis dunia di negara lain ternyata banyak mengunakan intervesi UU. Hal ini tentu tidak mudah dilakukan, kecuali harus dilengkapi dengan cara yang lain lagi. Nah, cara inilah yang akan menjamin proses intervensi UU akan dapat berjalan dengan mulus. Bagaimana caranya?

7/9
Caranya adalah dengan menempatkan penguasa boneka. Penguasa yang terpilih di negara tersebut harus mau tunduk dan patuh terhadap keinginan dari kaum kapitalis dunia. Bagaimana strateginya? Strateginya adalah dengan memberikan berbagai sarana bagi mereka yang mau menjadi boneka. Sarana tersebut, mulai dari bantuan dana kampanye, publikasi media, manipulasi lembaga survey, hingga intervesi pada sistem perhitungan suara pada Komisi Pemilihan Umumnya. Nah, apakah ini sudah cukup? Tentu saja belum cukup. Mereka tetap saja akan menghadapi problem yang baru. Apa problemnya?

Jika hegemoni kaum kapitalis terhadap negara-negara tertentu sudah sukses, maka akan memunculkan problem baru. Problemnya adalah “mati”-nya negara jajahan tersebut. Bagi sebuah negara yang telah sukses dihegemoni, maka rakyat di negara tersebut akan semakin miskin dan melarat. Keadaan ini tentu akan menjadi ancaman bagi kaum kapitalis itu sendiri. Mengapa? Jika penduduk suatu negeri itu jatuh miskin, maka hal itu akan menjadi problem pemasaran bagi produk-produk mereka. Siapa yang harus membeli produk mereka jika rakyatnya miskin semua? Di sinilah diperlukan cara berikutnya.

8/9
Agar rakyat negara miskin tetap memiliki daya beli, maka kaum kapitalis dunia perlu mengembangkan Non Government Organizations (NGO) atau LSM. Tujuan pendirian NGO ini adalah untuk melakukan pengembangan masyarakat (community development), yaitu pemberian pendampingan pada masyarakat agar bisa mengembangkan industri-industri level rumahan (home industry), seperti kerajinan tradisionil maupun industri kreatif lainnya. Masyarakat harus tetap berproduksi (walaupun skala kecil), agar tetap memiliki penghasilan. Agar operasi NGO ini tetap eksis di tengah masyarakat, maka diperlukan dukungan dana yang tidak sedikit. Kaum kapitalis dunia akan senantiasa men-support sepenuhnya kegiatan NGO ini. 

Jika proses pendampingan masyarakat ini berhasil, maka kaum kapitalis dunia akan memiliki tiga keuntungan sekaligus, yaitu: masyarakat akan tetap memiliki daya beli, akan memutus peran pemerintah dan yang terpenting adalah, negara jajahannya tidak akan menjadi negara industri besar untuk selamanya. Sampai di titik ini kapitalisme dunia tentu akan mencapai tingkat kejayaan yang nyaris “sempurna”. Apakah kaum kapitalis sudah tidak memiliki hambatan lagi? Jawabnya ternyata masih ada. Apa itu? Ancaman krisis ekonomi. Sejarah panjang telah membuktikan bahwa ekonomi kapitalisme ternyata menjadi pelanggan yang setia terhadap terjadinya krisis ini. Namun demikian, bukan berarti mereka tidak memiliki solusi untuk mengatasinya. Mereka masih memiliki jurus pamungkasnya. Apa itu?

9/9
Ternyata sangat sederhana. Kaum kapitalis cukup “memaksa” pemerintah untuk memberikan talangan (bailout) atau stimulus ekonomi. Dananya berasal dari mana? Tentu akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebagaimana kita pahami bahwa sumber pendapatan negara adalah berasal dari pajak rakyat. Dengan demikian, jika terjadi krisis ekonomi, siapa yang harus menanggung bebannya. Jawabnya adalah: rakyat, melalui pembayaran pajak yang akan terus dinaikkan besarannya, maupun jenis-jenisnya.

Bagaimana hasil akhir dari semua ini? Kaum kapitalis akan tetap jaya dan rakyat selamanya akan tetap menderita. Dimanapun negaranya, nasib rakyat akan tetap sama. Itulah produk dari hegemoni kapitalisme dunia.

Mari buka mata, dan lihat bagaimana kondisi negeri ini tengah sejalan dengan analisa yang dipaparkan 😥. Sebagian besar kita masih banyak yang belum melek fakta bahwa sistem Kapitalisme adalah ancaman nyata yang sesungguhnya, dan kita tengah hidup di dalamnya. Bukan Islam, bukan Syariah, bukan Khilafah yang menjadi ancaman untuk negeri ini.

Karena jika kita bertanya apa solusi atas cengkraman Kapitalisme Global saat ini, bukan kembali kepada Sosialis-Komunisme yang sama rusaknya, namun solusinya hanya tegaknya Khilafah ala Manhaj Kenabian yang menerapkan sistem Islam secara sempurna.

Karena itulah, hari ini kita dibelokkan agar memandang buruk sesuatu yang secara nyata dan secara keimanan akan menyelamatkan kita dari cengkraman Kapitalisme ini. Tentu saja para Kapitalis yang tengah mengontrol dunia saat ini sangat tidak senang jika kita, terutama umat muslim menyadari bahwa solusi itu ada di tangan mereka, ada pada Islam.

Tak heran mereka sungguh-sungguh berupaya menutupi ketinggian Islam yang sebenarnya. Mereka berupaya agar tak tercipta kesadaran penuh terhadap Islam dalam diri umat muslim hari ini. Sebab mereka percaya dan meyakini benar, kebangkitan Islam akan menjadi keruntuhan hagemoni mereka. Jangan sampai kita justru mengasingkan kebangkitan Khilafah Islam, berarti kita kalah "yakin" dari para kapitalis itu.

Sabtu, Juni 25

Al-Qur’an menjawab Hati yang Gelisah


Sahabat..
Saat dadamu sesak oleh polusi dunia yg begitu pekat
Al-Qur’an laksana oksigen yg jika kau hirup akan selamat
Ia memberimu manfaat
Menunjukkan solusi yg tepat
Meninggikan derajat
Dan memberikan syafaat

Mari kita lihat bagaimana Al Qur’an menjawab hati yang gelisah.


Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji?

Qur’an Menjawab : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Lihat QS.Al-Ankabuut : 2).

“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (Lihat juga QS.Al-Ankabuut : 3)

Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?

Qur’an Menjawab : “…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 216)

Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?

Qur’an Menjawab : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya……….” (Lihat QS.Al-Baqarah : 286)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?

Qur’an Menjawab : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Lihat QS.Ali Imraan : 139)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?

Qur’an Menjawab : “…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Lihat QS.Yusuf : 87)

Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?

Qur’an Menjawab : “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (Lihat QS.Ali Imraan : 200)

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 45)

Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?

Qur’an Menjawab : “….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129)

Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?

Qur’an Menjawab : “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan surga – Nya……….” (Lihat QS.At-Taubah : 111)


Subhanallah…
Mari kita berbenah dan terus berbenah untuk mempersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita.
Dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah. Dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun selama Allah menjadi tujuan.
Semoga Bermanfaat....

By Najwa Shihab


Tren itu seperti naik kuda
lebih enak mengikuti saja
kemana pun
arah larinya

Memang mudah
menyusuri arus
kita tinggal ikut
kemana angin berhembus

Itulah syarat sahnya
menjadi trendi
agar tampak dandy
dan serba terkini

Kreatifitas bukan
hal yang utama
ikuti saja
apa yang sudah ada

Inilah ciri orang kebanyakan
tak mau pusing
dengan ide-ide
pembaharuan

Tapi tren pun
mengandung bahaya
mengikutinya membuat
semua tampak serupa

Menjadi pribadi otentik
memang susah 
merawat jati diri
semakin tak mudah

Karena itu
jadilah seorang pembaharu
biar orang lain
yang ikut meniru

Daripada terus mengikuti
tren tanpa henti
sebab hidup bisa habis
tanpa diisi

Minggu, Desember 13

Gambar yang Mengubah Hidup Jutaan Orang

Sangat menginspirasi dan memotivasi untuk segala hal...................


1. Tanpa kegiatan atau kesibukkan, maka malaspun akan tertanam dalam diri kita. Tanpa mimpi, maka kejatuhan akan berakar dalam diri kita. Semakin lama, akarnya akan semakin dalam. Sampai suatu hari bahkan mau berdiri pun sudah sangat sulit. 




2. Dalam hidup ini, setiap orang membutuhkan sahabat yang seperti di gambar ini. Ketika kamu susah, maka aku akan menjadi penopang; ketika aku susah, dia akan menjadi penopang; ketika dia susah, kamu akan menjadi penopang. Kalau kamu memiliki sahabat seperti ini, hidup tidak aka nada penyesalan!




3. Untuk bekerja sama, kita harus melepas keegoisan dan saling menghormati. Untuk bekerja sama seumur hidup, maka harus merubah kebiasaan buruk dan menjadi dewasa bersama. Kalau kamu hanya tau egois dan tidak bisa saling mempersilakan, maka suatu hari kamu pun akan kalah. Entah dalam pekerjaan, pernikaahan, persahabatan, kamu harus belajar menjadi dewasa bersama. 




4. Kadangkala hidup ini ringan atau berat, tergantung dari jalan yang kamu pilih.




5. Kadangkala mempunyai berapa banyak dumber daya tidaklah penting, kalau kamu tidak tahu cara menggunakannya, selamanya kamu tidak akan pernah merasa cukup.




6. Kadangkala orang yang mengulurkan tangannya padamu, belum tentu benar-benar ingin menolongmu.




7. Kamu selamanya nggak akan bisa memuaskan semua orang.




8. Pantang menyerah, bertahan sedikit lagi maka kamu akan berhasil!




9. Dalam hidup, kita harus dapat mencari kesukaan dalam kesulitan.




10. Kalau arahmu salah, semakin berjuang semakin tertekan!




11. Belajarlah kreatif dan inovatif!




12. Mungkin suatu hari, kamu merasa itu hari terberatmu, tapi itu mungkin saja adalah penghasilanmu yang terbesar! 


Sabtu, April 4

Belajar bahasa dengan menggabungkan 2 subtitle pada Film



Harus ada KMPlayer ya...

Pada gambar di atas, secara default kamu hanya menemui subtitle dalam satu bahasa saja, yaitu bahasa Indonesia. Kamu dapat menambahkan subtitle bahasa Inggris yang telah kamu download dengan cara:

1. Klik kanan layar KMPlayer dan kamu akan menemui pop-up seperti pada gambar di bawah ini.



Subtitles - Subtitle Languages - 2nd Subtitle - Load Subtitle


Nanti akan kalian melihat 2 subtitle dan 1 film yang akan kalian tonton, contohnya seperti pada gambar di bawah ini.


Untuk mengatur warna font, posisi font dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan subtitle bisa kalian atur sendiri di :

Options - Preferences




Mudah bukan, pada awalnya kalian memang akan merasa tidak nyaman dan kebingungan melihat tampilan 2 subtitle bahasa pada film yang sedang ditonton. Mungkin karena belum terbiasa, namun seiring berjalannya waktu nanti bakal terbiasa kok dan malah bikin ketagihan. Halah.

Jumat, April 3

Mari ikuti jejak Soe Hok Gie untuk belajar menjadi Pemuda yang berkualitas

Sebagai anak muda Indonesia, kamu sering kehilangan arah nggak sih saat ingin menentukan siapa yang pantas jadi panutan hidup? Tokoh-tokoh besar yang tampak bijaksana, ternyata jadi tersangka kasus korupsi. Mereka yang muda dan banyak berkeliaran di layar kaca, bercerita soal cinta yang tidak membumi. Tidak adakah pemuda Indonesia yang bisa diteladani?

Eits, jangan salah. Kita pernah punya anak muda berkualitas yang layak dijadikan role model. Dia adalah pria keturunan Cina pribumi, bernama Soe Hok Gie. Walau sudah kembali ke pangkuan Tuhan pada tahun 1969, semua yang pernah dia lakukan masih sangat relevan untuk kita contoh hari ini. Dari Gie kamu bisa belajar tentang hidup yang sebenarnya. Dia punya otak, nyali, idealisme juga kisah cinta yang tak kalah manis.

1. Gie Mengambil Jurusan Sesuai Renjana (passion) yang Gak Mainstream

                                                  Mengambil jurusan sastra di UI
Kamu baru mau kuliah? Mau ambil jurusan apa, hayo? Apakah kamu termasuk anak muda yang percaya jika jurusan yang bisa memberikan kehidupan yang baik itu hanya ada 3 di muka bumi: Kedokteran, Teknik, Hukum? Gie akan memberikan kamu pandangan baru: kamu bisa berhasil jika mengikuti panggilan hati untuk menentukan jurusan.

Gie adalah mahasiswa Universitas Indonesia, Fakultas Sastra, Jurusan Sejarah. Bahkan sampai saat ini mahasiswa Jurusan Sastra masih sering dicemooh karena dianggap akan sulit mencari pekerjaan, bukan? Kecintaan Gie pada sastra tidak bisa dipisahkan dari kehidupan keluarganya. Ayahnya, Soe Li Pit adalah seorang novelis. Ia dan kakaknya (budayawan, filsuf, dan dosen Australian National University Arief Budiman) banyak menghabiskan waktu untuk membaca di perpustakaan umum sejak mereka masih kecil.

Tjerita Dari Blora, Pramoedya

Semasa SMP, Gie sudah membaca buku langka karangan Pramoedya Ananta Toer yang berjudul “Cerita Dari Blora”. Masuk ke SMA, Gie memilih untuk konsisten menekuni jalur sastra. Ia masuk ke SMA Kolese Kanisius dengan mengambil Jurusan Sastra. Tidak peduli kakaknya masuk ke Jurusan Ilmu Alam yang lebih bergengsi.

Keberhasilan Gie menyuarakan opininya lewat berbagai esai kritis jadi bukti pentingnya menuruti panggilan hatimu. Gak usah dengerin apa kata orang kalau mereka bilang pilihan jurusanmu nggak akan bisa menghidupimu kelak. Mutiara akan tetap jadi mutiara kok, dimanapun dia diletakkan.

2. Selalu Menyatakan Keberpihakan

Terus menunjukkan keberpihakan

Gie tidak pernah memilih hidup di arena abu-abu. Ia selalu menyatakan keberpihakannya dalam setiap isu. Bahkan waktu SMP dia pernah tidak naik kelas karena berani mengungkapkan pendapatnya pada guru. Dihadapkan pada otoritas, Gie tidak menyerah. Karena merasa benar, ia memilih untuk pindah sekolah.

“Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan”

Kutipan kata-kata Gie diatas memang benar-benar jadi pedomannya selama hidup. Semasa kuliah Gie jadi aktivis yang sangat vokal untuk menentang upaya hegemoni Orde Lama. Dia menggalakkan forum diskusi dan klub film di UI. Gie pun memilih untuk menulis bagi surat kabar yang beraliran kiri.

Pandangan Gie terhadap otoritas guru

Keberanian Gie membuatnya jadi salah satu aktivis paling dicari pada masa pemerintahan Soekarno. Gie dianggap terlalu berani melawan penguasa. Bahkan ibu dan kakaknya tidak bisa memahami mengapa Gie harus segetol itu menunjukkan sikapnya yang berseberangan. Beberapa rekannya juga menjauh, karena enggan dianggap sama vokalnya. Gie tidak gentar menghadapi semua itu.

Soe Hok Gie dengan gagah menunjukkan keberaniannya. Tidak peduli apapun yang harus dihadapi, ia hanya enggan apatis. Baginya menyatakan keberpihakan adalah bentuk kebebasan hakiki dari penjajahan. Dalam hidup, seseorang memang harus memilih. Atau tidak akan menjadi apa-apa.

Aktivis mahasiswa yang vokal

“Hanya ada 2 pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi aku memilih untuk jadi manusia merdeka.“


3. Mencintai Indonesia Dengan Mengakrabi Setiap Jengkal Tanahnya

Gie (kanan), Herman Lantang dan Idhan Lubis

Gie jadi salah satu pendiri Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia. Salah satu kegiatan utama Mapala UI adalah naik gunung. Berbeda dari yang biasa dilakukan anak-anak muda sekarang, naik gunung buat foto-foto karena demam Film5 cm — naik gunung di jaman Gie itu ibarat perang.

Belum ada trek yang jelas bagi pendaki. Tim pendakian harus memotong semak belukar untuk membuka jalur. Tidak ada keril yang ringan seperti sekarang. Mereka harus membawa ransel rangka alumunium bekas pengangkut barang tentara yang kasar dan berat. Alat-alat keselamatan seperti kantung tidur, webbing dan pakaian berlapis polar juga belum ditemukan.

Dalam catatan hariannya yang kemudian dibukukan dan kita kenal sebagai “Catatan Harian Seorang Demonstran” — Gie mengutip perkataan penyair Amerika Walt Whitman untuk menjelaskan mengapa ia dan kawan-kawannya perlu naik gunung:

“Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”

Gie di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango

Gie memang sangat mencintai alam. Dia bahkan khusus menulis sajak bagi Lembah Mandalawangi di Gunung Pangrango. Bagi Gie, tidak akan ada kecintaan yang timbul tanpa pernah menginjakkan kaki di atasnya. Slogan-slogan manis tentang cinta tanah air adalah omong kosong baginya. Kata Gie,



“Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
Kamu yang udah traveling keliling Eropa tapi belum pernah menginjakkan kaki di Mahameru, malu gak kalau menilik apa yang sudah dilakukan Gie?

4. Elegan Menghadapi Patah Hati

Penggambaran kisah cinta Gie di film

Walau terkesan gahar sebagai aktivis yang keras menyuarakan kepentingan rakyat, ternyata Gie punya sisi manis yang tetap dekat dengan sastra. Tidak hanya pandai menulis esai opini, ia pun pandai menyusun rima dalam kata-kata. Yup, siapa sangka pria se-lakik Gie ternyata adalah seorang penyair?

Puisinya, “Sebuah Tanya” barangkali jadi salah satu potongan sajak yang paling dikenal oleh anak muda masa kini:

“apakah kau masih akan berkata



kudengar derap jantungmu



kita begitu berbeda dalam semua


kecuali dalam cinta”

Masih kurang romantis? Ayo kita baca puisi Gie yang ditulis pada tahun 1969:


“Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku



Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya



Tentang tujuan hidup yang tak satupun setan yang tahu


…… kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita tak ‘kan pernah kehilangan apa-apa”


Ker, “cinta lama” Soe Hok Gie


Puisi tersebut konon ditulis Gie pasca galau karena bingung bagaimana harus mengungkapkan perasaan pada Ker (Kartini Sjahrir). Kisah cinta Gie memang agak misterius. Dia dikenal banyak memiliki teman dekat wanita, namun hanya Ker lah yang membuat Gie bimbang. Pada akhirnya Gie tidak pernah mengungkapkan perasaannya pada Ker. Teman dekat Gie, Ciil (Sjahrir) yang justru menikah dengan Ker.

Gie menunjukkan bahwa tidak semua perasaan harus diungkapkan ke publik. Ia memilih menyimpan rasa yang paling privat itu untuk diri sendiri dengan menuangkannya lewat sajak.

“Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan”

Pernah merasakan cinta yang dalam dan tulus sudah cukup bagi Gie. Tidak bisa mendapatkan balasan yang diharapkan juga dihadapinya dengan gagah dan tidak menye-menye. Kalau Gie masih hidup sampai era Twitter, kamu tidak akan mendapati tweet galau dari akunnya. Alih-alih nge-tweet galau, patah hati justru bisa diraciknya jadi kata-kata puitis nan manis.

5. Mati Terhormat Dengan Indah

Semeru, tempat Gie wafat

Entah ada hubungannya atau tidak dengan kematian dramatisnya di Gunung Semeru, semasa hidup Gie memang dikenal ingin mati muda. Dalam “Catatan Seorang Demonstran” Gie menunjukkan bahwa ia sepakat dengan perkataan seorang filsuf Yunani:

“Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua”

Gie meninggal saat mendaki puncak Mahameru, puncak tertinggi Pulau Jawa tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke 27 tahun. Kematian Gie hingga saat ini belum bisa ditentukan secara pasti penyebabnya.

Memorial Soe Hok Gie di Mahameru

Ada yang mengatakan bahwa Gie meninggal karena menghirup zat beracun dari kawah Jonggring Saloka, Semeru. Ada pula yang berpendapat bahwa kematian Gie memang telah direncanakan. Agar ia tak lagi merecoki pemerintahan Soekarno dengan kritik pedasnya.

Gie memang sudah pergi. Namun semangat dan perjuangannya akan terus terkenang di hati. Gie adalah bukti bahwa Indonesia pernah punya anak muda yang gigih memperjuangkan keyakinan dan mimpi. Dibalik carut marut negeri, ibu pertiwi pernah melahirkan pria sebaik Soe Hok Gie. Bukan tak mungkin Gie-Gie lain akan segera lahir kembali, dari kita.

“Selamat jalan, Gie. Cita-citamu untuk mati muda telah tercapai. Berbahagialah, dalam ketiadaanmu.”

Artikel ini ditulis dengan menggunakan buku "Catatan Seorang Demonstran""Soe Hok Gie: Sekali Lagi" sebagai referensi.

Rabu, April 1

Generasi Hancur Penerus Bangsa Zaman Modern di Indonesia

INTERMEZO DULU


Pernah mendengar perkataan bung karno yang ini? "Beri Aku 1000 Orang Tua, Niscaya Akan Kucabut Semeru Dari Akarnya, Beri Aku 10 Pemuda, Niscaya Akan Kuguncang Dunia". Mungkin jika bung Karno Melihat pemuda saat ini, akan berbeda perkataan beliau itu. Sadar Atau tidak sadar generasi saat ini, adalah generasi yang akan memimpin bangsa kedepannya. Sadar atau tidak sadar kelakuan generasi saat ini, merupakan cermin bangsa masa depan. Buram atau cemerlangnya bangsa kedepan, dapat dilihat dari buram atau tidaknya generasi sekarang. Dan sayangnya ane menyimpulkan generasi saat ini dominan buramnya. Mari kita lihat apa saja itu.


Generasi Narkoba 


Ane Nyimpulin Seperti ini setalah mendapatkan data yang mengerikan gan . 85% pengguna narkoba di Indoensia adalah Generasi Muda atau setara 6,5 juta orang gan . Selain itu juga sekitar 50% nya itu berstatus mahasiswa atau berstatus sarjana, Padahal mereka berpendidikan . Ane udah ga ngerti lagi ama mereka gan .

Generasi Permissive


Ane mencoaba mengggunakan bahas yang cukup sopan, yaitu Generasi Permissive. Generasi ini maksud sederhanaya yaitu sudah tau salah tapi tetap saja di biarkan yang parah malah ikutan (ane lebih menyorot pada pergaulan bebas). 
Tau gak gan pergaulan bebas di Indonesia udah akut banget, contohnya di bali 25 % kelas 2 SMA pernah berhubungan Sex , Terus juga fenomena hamil diluar nikah sudah banyak terjadi. Masih mending di nikahin, ini malah banyak yang Aborsi . Bahkan yang parahnya, sudah lebih dari 2,5 juta janin yang tidak bersalah meregang nyawa , angka ini jauh lebih besar dari pada Korban perang dunia II yaitu 400 ribu koran.
Free Sex nya udah parah. Selain itu eh malah ada yang namanya Pekaan Kondom Nasional . apaan lagi itu .
Fenomena yang ane sebutin tadi, Hampir Di anggap Wajar oleh generasi kita. Ane bilang hampir, karena masih ada yang cukup cerdas menyadari bahwa hal itu salah 

Generasi instant 


Kenapa generasi instan gan?. Sederhana gan. Generasi kita bawaannya pengen sukses tapi males kerja keras gan . Makanya banyak banget kan dari kita-kita kena penipuan. Semisal bisa ngegandain uang. Terus juga investasi bodong merajalela. Inget gan kata bang Napi KEJAHATAN DI LAKUKAN BUKAN HANYA KARENA NIAT PELAKUNYA TAPI JUGA KARENA KESEMPATAN. Nah Mereka-merka itu memanfaatkan generasi instan kita ini .

Generasi Hedonis 


Genererasi muda sekarang hedonis? setujukah agan?. Begini keadaaanya,
Sadar atau tidak sekarang menjamur tempat-tempat hiburan malam. Mereka menjamur karena genersai kita sukanya hura-hura. 
Sadar atau tidak kita lagi di invasi produk-produk asing, mereka sadar bangsa kita banyak penduduknya,jadi potensi pasarnya cukup besar dan di perparah bangsa kita budanyanya konsumsumen, bukan produsen .
Kurang hedoan apa generasi ini, membeli hal yang tidak perlu, mengikuti mode yang ga jelas, tanpa tau itu sebenarnya apa. Makanya banyak yang rela menjadi PSK agar dapat uang banyak dan bisa FOYA-FOYA .

Generasi Ga Logis 


Kenapa ane bilang begini, Coba liat aja gan. Banyak banget yang mati bunuh diri gara-gara ditolak atau putus cinta (maaf bukannya kurang sopan, tapi masih belum tau aja alasanya). Padahal mungkin kita belum mengerti cinta itu apa . Selain itu juga banyak yang percaya sama dukun sampai paranormal banyak yang mendadak jadi artis .
Tambah lagi nih gan, banyak dari generasi ini itu percaya ramalan bintang. kalau agan cek, itu ramalan bintang pasti bilangnya general banget, jadi kalau pun bener ya emang karena dia ngeramal secara general .

Generasi Vandalis 



Kalau yang ini pasti ga usah di tanyain lagi gan. Tiap hari pasti ada berita tawuran di indonesia, tawuran pelajar lah, mahasiswa la, waraga anatar kampung lah. yang parah. Sampai Anggota Dewan juga memepertontonkan perkelahian di parlemen . 
Mahasiswa yang Demo, niatnya membela rakyat eh tappi sendirinya malah mengganggu rakyat dengan bakar ban lah di jalan, blokir jalan. Bukan nya tidak boleh, hanya saja itu udah melangggar aturan. Kalau kita mau benahi, lakukan dengan cara yang benar 




Bukannya ane bersikap pesimis atau sok menggurui. Tulisan ini timbul akibat keresahan dan kecintaan terhadap indonesia. Semoga dengan tulisan ini kita semua bergerak dan tersadar. Dan Mulai Bergerak untuk indonesia yang lebih baik.
Kalau Kata Anies Baswedan
Indonesia memiliki banyak masalah bukan karena banyaknya orang jahat, tetapi karena orang-orang baik memilih diam dan mendiamkan
Yuk turun Tangan Demi Indoensia yang lebih baik.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda